Langkah Kecil

                                                                                                     https://ryanhlaw.com/one-small-step/


Kilas balik ke sekitar 4 tahun lalu, dan waktu-waktu sebelumnya, dimana gue adalah anak yang sangat amat bergantung sama orang tua dan teman-teman untuk melakukan hal - hal sepele seperti beli baju, pergi ke acara tertentu, sampai ke hal - hal yang berisiko besar seperti mengambil jurusan kuliah. Bisa dikatakan gue saat itu sangat manja, pemalu, ga mandiri, ga bisa dan ga pernah punya nyali untuk keluar dari zona nyaman dan bahkan hampir ga pernah pergi jauh kalo ga sama orang tua. Saat itu pun gue merasa biasa aja dengan gue yang seperti itu. Gue ga merasa harus ada yang diubah, gue ngerasa nyaman sama  diri gue, dan ga pernah mau belajar mandiri, dan gue ga punya mimpi besar.

And yes, time flies..

Gue masuk kuliah tahun 2014, dengan Rita yang manja, pemalu, ga mandiri, dan ga punya mimpi. Gue ngejalanin semester pertama, kedua, dengan biasa aja. Biasa aja dalam artian gue ga ngerasa gue harus achieve something. Sampai tibalah di semester 3, dan ada open registration buat jadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa. Fyi, gue ga pernah punya pengalaman organisasi selama SMP dan SMK, mentok-mentok cuma ekstrakulikuler aja. Makanya gue juga ga tertarik-tertarik banget tuh buat ikutan opregnya. Tiba-tiba temen gue ngajak buat ikutan, karena gue anaknya kan masih apa-apa temen tuh, jadi kalo temen ngelakuin ya gue ikutan. Meskipun gue ga dengan niat banget ikutnya, dan nothing to lose aja, mau lolos mau engga yaudah lah ya. Bahkan kirim CV pun H+1 deadline

Gue ikutin proses demi proses opreg itu, and long story short, gue kepilih untuk mengisi divisi pendidikan. Langsung tuh dikasih tugas pertama, yaitu buat seminar pendidikan dan gue jadi ketua acaranya. Oh man! seorang Rita yang ga punya pengalaman berorganisasi sama sekali, langsung dipilih buat jadi ketua acara seminar tingkat Universitas. Kebayang kan paniknya kayak gimana. Tapi dengan semua sifat yang gue sebutkan di awal tulisan, gue tetep ngerasa gue punya sifat dimana ketika gue dikasih kepercayaan, gue ga akan pernah sekali-sekali berani untuk mengecewakan si pemberi kepercayaan itu. Akhirnya gue berusaha cari info sana sini dari kakak kelas, baca-baca artikel di google.com tentang 'How to create event', dan meminta saran-saran juga dari temen-temen lainnya. Through the ups and downs, akhirnya acara pertama gue sukses dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2016, tanggal bagus untuk pengalaman pertama yang luar biasa.

Dulu, gue selalu berpikir kalo gue ini pemalu banget, ga bisa ngomong di depan umum, ga pernah punya rasa percaya diri sama diri sendiri. Sampai akhirnya setelah tanggal 16 Januari 2016 itu, gue sempet merenung 'kenapa seorang Rita yang pemalu, manja, ga mandiri, dan ga punya mimpi, kok bisa ya buat acara besar kayak gitu, ketemu banyak orang dan melakukan hal baru?'. Setelah itu gue coba untuk mengenali diri gue lagi, gue coba untuk melangkah keluar dari zona yang udah terlalu nyaman gue tempatin. Dalam proses mengenali diri sendiri itu gue dapet banyak banget hal yang selama ini gue ga pernah tau ternyata bersarang di dalam diri gue. Gue ternyata punya mimpi, gue punya impian. 


Setelah  gue akhirnya bisa mengenali diri gue lebih jauh, gue mulai berani untuk menggali semua potensi diri, dan berjanji akan berubah dan meninggalkan semua sifat-sifat negatif itu. Pertama dan utama, gue coba untuk semakin banyak berkomunikasi sama orang untuk meningkatkan percaya diri, lalu gue mulai bisa pergi jauh tanpa teman atau orangtua (sampe sekarang ini adalah pencapaian terbaik dalam hidup gue), dan kesempatan-kesempatan lain  yang sebelumnya ga pernah terlintas untuk dieksplor.

Langkah kecil tanpa niat yang gue ambil saat itu untuk daftar BEM pun berubah menjadi langkah besar yang akhirnya membawa gue sampai di tahap ini. Tahap di mana sekarang udah ga ada lagi Rita yang manja, ga mandiri, pemalu, dan ga punya mimpi. Saat ini, karena langkah kecil itu, sudah tumbuh Rita yang dewasa, mandiri, penuh percaya diri dan mimpi. Rita yang ga akan  melakukan apa-apa karena teman. Rita yang setiap hari akan selalu membuka diri untuk segala kesempatan yang ada, dan Rita yang akan terus berkembang menjadi lebih baik untuk dirinya, dan orang disekelilingnya. 














No comments:

Please feel free to give your comment related to the topic!

Powered by Blogger.